00.00



PERIODE INGGRIS PERTENGAHAN


a.     Latar Belakang Sosial Masyarakat Inggris Periode Pertengahan

            Pada masa kekuasaan Edward selama 20 tahun, tidak mengalami banyak kemajuan dalam bidang kesusastraan. Kemunduran dimulai sejak penyerbuan orang-orang Skandinavia. Peninggalan satu-satunya adalah pembangunan gereja-gereja, antara lain gereja besar Westminter Abbey. Karena Edward tidak mempunyai keturunan untuk menggantinya, dan disamping itu asas keturunan bukanlah sesuatu yang mutlak dalam system monarki di Inggris, maka pemilihan raja ditentukan oleh dewan yang disebut Witan. 

Kemudian dewan memilih Harold, putra Godwin, earl of Wessex. Namun keputusan ini ditentang oleh Haral Hardrara, raja Norwegia dan William, duke of Normandy yang masing- masing masih memiliki kekerabatan dengan Edward dan mereka berhak atas tahta inggris.

            Pada akhir bulan September 106, pasukan raja Norwegia menyerbu inggris melalui pantai utara, namun dapat dipukul mundur oleh pasukan Harold. Seminggu kemudia serbuan datang dari serbuan William. Sejak saat itu ia menjadi Raja dan sejak itu Anglo-Saxon banyak dipengaruhi oleh budaya normandia. Karena William dibesarkan dan lama di Normandia, maka sewaktu berkuasa di Inggris, dia merekrut banyak pejabat yang berasal dari orang- orang Normandia dan akibatnya kebudayaan Normandia merasuk ke Inggris. 

Selama berkuasa di Inggris, William menyita tanah milik orang Anglo-Saxon, dan ia pun menita tanah kaum bangsawan beserta rakyat jelata. Dengan begitu semua tanah menjadi milik raja.
            Banyaknya orang-orang Normandia yang mengganti pejabat di Inggris menimbulkan kesenjangan antara kelompok yang berkuasa atau aristokrasi dan kelompok bawah. Kesenjangan semakin dalam karena mereka menggunakan bahasa yang berbeda. Kaum bangsawan menggunakan bahasa bahasa peracis dan kalangan bawah menggunakan bahasa inggris Anglo-Saxon. Akibat dari penggunaan dua bahasa ini adalah bahasa inggris mengalami perubahan dalam tata bahasanya dan menjadi lebih sederhana.

            Salah satu peninggalan William 1 yang cukup penting dalam system administrasi Negara di Inggris adalah Domesday Survay.  System ini untuk mengetahui fakta rinci mengenai seluruh kekayaan dan sumber kekayaan yang ada di inggris. Sepeninggal William 1, William rufus, putra sulung , naik tahta yang kemudian diganti oleh henry I, adik kandung William Rufus. Karena Henry I tidak mempunya keturunan anak laki-laki. Tahta kerajaan diberikan kepada Stephen Deblois yang kemudian direbut kembali oleh cucu Henry I., yaitu Henry II. 

Seiring pergantian tahta raja di Inggris, terjadi peristiwa penting yang mempengaruhi perkembangan masyarakat maupun budaya Inggris pada abad pertengahan. Peristiwa tersebut antara lain, perang salib, lahirnya konstitusi inggris, parlemen, perang seratus tahun dan lain-lain. Akibat Perang Seratus Tahun kesadaran nasional meningkat dan bahasa Perancis terus mendesak akibanya pada abad ke-14 bahasa Inggris kembali pulih menjadi bahasa satu-satunya diseluruh negeri dan di segala lapisan masyarakat.

b.     Ciri-ciri Sastra, Pengarang, dan Karya Sastra Inggris Pertengahan
Bahasa perancis merupakan bahasa kaum kelas atas dan juga bahasa resmi dalam pemerintahan. Bahasa Inggris diperkaya dengan ribuan kata-kata bahasa perancis . sedangkan jenis karya sastra abad pertengahan yang terkenal adalah “romance”.  Ciri-ciri karya sastra perancis dan Anglo-Norman antara lain bentuk sajaknya beraneka ragam, gaya ungkapan bahasanya terang dan sederhana.

c.     Kesusasteraan Inggris Pertengahan
PUISI
Karya puisi periode pertengahan sebagian besar terdiri dari metrical romance yang ditulis dalam bentuk sajak tentan pahlawan perancis (Roland), pahlawan Kelt (Arthur) dan pahlawan Inggris (Bevis O Hampton). Metrical Romance adalah sebuah sajak naratif panjang tentang cinta dan petualangan. Yang biasanya menjadi tokoh utama adalah ksatria yang menyelamatkan wanita yang berada dalam kesulitan. Dalam petualangannya sang tokoh bertempur dengan hewan buas, ular, raksasa, tukang sihir, dan lain-lain. Tema cerita biasanya mencangkup tiga hal, yaitu cinta, agama dan kewajiban. Tetapi apapun temanya selalu bersifat romantik dan bentuk mertical romancenya sangat popuer.

Chanson de Roland (the song of Roland) adalah salah seorang pengawal Charlemage yang paling terkenal dan Charlemagne adalah seorang kaisar yang berkuasa di negara barat pada sekitar tahun 80an. Chanson merupakan metrical romance yang menceritakan tentang Roland seorang pahlawan umat kristiani ketika bertempur dengan pasukan muslim yang menyerbu spanyol.

Geofrey Chaucer ialah seorang pejabat, ilmuwan, pengusaha , penyair dan prajurit. Karya yang terbesar pada zamannya yatiu Canterbury Tales , suatu kumpulan sajak naratif yang memberikan gambaran realistiK tentang kehidupan orang inggris. Karier Chauster sebagai penyair dapat dibagi menjadi tiga periode, yaitu: Periode pertama (1359-1372), dalam periode ini chaucer banyak dipengaruhi oleh budaya perancis. Periode kedua (1392-1386), dalam periode ini Chaucer dipengaruhi oleh budaya italia. Periode ketiga (1386-1400), Chaucer berhasil membebaskan diri dari pengaruh-pengaruh asing dan menghasilkan karya-karya asli Inggris dalam bentuk maupun gaya.

PROSA

John Wyclif, adalah seorang guru besar Universitas Oxford dan seorang tokoh gereja. Ia yang pertama kali melancarkan kritik terhadap otoritas gereja Roma. Wyclif menolak doktrin-doktrin gereja dan juga mengecam birokrasi gereja. Ia sering menerjemahkan kitab suci. Ia dikenal sebagai penerjemah kitab suci. Karya prosa lainnya adalah The Historia Regum Britanniae karangan Geofrey Mounmouth (1100-1154). Buku yang berisi sejarah raja-raja inggris ditulis ke dalam bahasa Latin.

DRAMA

Drama semula tumbuh di dalam gereja sebagai medium rokhaniawan untuk menjelaskan khotbah mereka, karena drama tersebut menggunakan bahasa latin, maka diganti kedalam bahasa inggris. Pertunjukan-pertunjukanya semakin berkembang dan dilangsungkan diluar lapangan gereja dan di jalan-jalan.
Lakon-lakon di ambil dari kitab suci. Misalnya, pada hari Natal dipertunjukan lakon kelahiran Kristus. Pada zaman pertengahan terdapat dua macam drama yaitu, Miracles yang melakonkan kehidupan orang-orang suci dan Mysteries yang mengambil tema-temadari Kitab Injil.

d. Pengenalan Apreiasi Karya Sastra Periode Pertengahan

Robin Hood Three Squires

                   Robin Hood termasuk jenis balada rakyat. Balada adalah sebuah syair atau lagu sederhana yang mengisahkan cerita rakyat Kuno yang disebarluaskan secara lisan atau dari mulut ke mulut. Tokoh Robin Hood digambarkan sebagai seorang pemanah ulung dan juga dikenal sebagai perampok budiman karena hasil rampokkannya dibagikan kepada orang-orang miskin. Dia seorang pemimpin yang gagah berani dan mendapat kepercayaan penuh dari para pengikutnya.

sumber : radenrara3a.blogspot.com

This post is written by for kumpulan informasi dunia sastra indonesia & inggris. It was posted on Jumat, 14 Desember 2012 at 00.00. The post is filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Also feel free to leave a response about this entry. We welcome comments and always love to hear from you.

0 komentar:

Poskan Komentar